Macau, Kota Berjuta Pesona dan Atraksi


Apa yang terlintas dalam benak Anda ketika mendengar kata Macau? Sebelumnya, pikiran saya langsung melayang ke beberapa hal. Cina, negara Asia modern, wushu, industri, teknologi, kaligrafi, keramik antik, dan kata-kata lainnya. Namun ternyata apa yang terbayang dalam pikiran saya hanyalah sebagian kecil yang baru saya ketahui tentang Macau.

Berbicara tentang sejarah Macau tidak akan terlepas dengan sejarah Tiongkok yang merupakan salah satu negara yang memiliki rentang kebudayaan panjang dan tertua di dunia.  Tiongkok dari dahulu menjadi salah satu pusat perdagangan dunia sehingga terjadi akulturasi dan asimilasi budaya. Diantara wilayah Tiongkok yang menjadi gerbang strategis perdagangan dari zaman dahulu adalah Macau yang menjadi perlintasan jalur sutra (silk road) menuju Eropa.

 
Jalur sutra pada zaman dulu (Credit: http://www.penn.museum)

Macau terletak di sisi barat dari Delta Sungai Pearl di seberang dari Hong Kong ke timur, berbatasan dengan provinsi Guangdong di utara dan menghadap Laut Cina Selatan di sebelah timur dan selatan. Macau terbagi menjadi beberapa wilayah, yaitu : Metro Makau, Pulau Taipa, Pulau Cotai, dan Pulau Coloane.

Peta wilayah Macau (Credit: www.haowuan.com) 

Bagi para pelancong  dari Indonesia, untuk menuju Macau dari Bandara Soekarno-Hatta bisa memilih tiket dengan destinasi langsung ke Macau International Airport.  Setidaknya membutuhkan waktu sekitar 4 jam dengan jarak tempuh sekitar 3.300 km untuk sampai kesana atau  bisa juga melalui Hongkong Airport, kemudian memilih rute menuju terminal kapal Ferry. Untuk menyebrang sampai Macau memakan waktu sekitar 1 jam saja.

 
Macau International Airport Hall 
(Credit: http://waaastudio.com) 


Kapal Ferry Turbo Jet yang menghubungkan Hong Kong - Macau lewat jalur laut 
(Credit: MB-One, CC BY -2.5)

Sampai di Macau kita akan segera merasakan harmonisasi perpaduan budaya antara Tiongkok, Portugis, dan Barat. Akulturasi budaya ini telah dimulai sejak  pertengahan abad ke-16 M  dan melahirkan karya seni yang tidak ada di kota dunia lainnya. Dari sisi arsitektur kota, seni, tradisi, agama, makanan, dan masyarakat. Sehingga Macau digelari dengan julukan“a perfect blend of east meets west”. Namun tidak hanya kebudayaan Tiongkok, Portugis dan Barat yang ada di Macau, peninggalan-peninggalan bersejarah menujukan bahwa Macau merupakan tempat pertemuan berbagai kultur di dunia, toleransi multikultur ini bisa kita lihat dengan banyak berdirinya gereja, kapel, kuil, dan masjid.

Mari kita jelajahi Macau. Pusat wisata kota Macau terletak di San Marlo, di wilayah ini terdapat kompleks Senado Square dengan bangunan yang berjejer bergayakan arsitektur khas Tiongkok dan Portugis.  Di sini pula terdapat  Ruin of St.Paul yang sangat ikonik. Sebuah sisa reruntuhan gereja peninggalan Portugis abad ke-16 M yang kini hanya tersisa tembok bagian depannya saja. Hal yang menarik, banyak pelancong yang naik ke atas reruntuhan ini melalui tangga di bagian belakang reruntuhan untuk sekedar melemparkan koin ke jendela atas dengan maksud diberikan keberuntungan. Selain Ruin of St.Paul, masih ada lima belas gereja dan kapel bersejarah lainnya sisa peninggalan abad 16-19 M yang tersebar dibeberapa wilayah kota dan perbukitan, seperti Kapel Guia, Kapel Lady Penha, Kapel St. James, Gereja Our Lady of Carmel, dsb. 

Gereja dan kapel bersejarah di Macau

Bukan hanya gereja saja yang terdapat di kota Macau, terdapat juga kuil-kuil dan masjid. Salah satu kuil terkenal dan menjadi favorit kunjungan para pelancong dari seluruh dunia adalah kuil A Ma, kuil ini dibangun pada era Dinasti Ming  tahun 1488 M, jauh sebelum adanya kota Macau.  Selain kuil A Ma, ada sekitar tujuh kuil lainnya yang bisa kita kunjungi. Seperti: Po Tai Un, Tam Kung Miu , Lin Kai Miu, Li Fung Miu , Kuan Tai Temple , Na Tcha Temple , dan kuil kuno  lainnya yaitu kuil Kun Lam Tong yang didirikan pada abad 13 masehi.

 
Kuil-kuil peninggalan abad 15-16 M

Bagi parapelancong muslim, di kota Macau terdapat Masjid Macau atau dalam bahasa Portugis dinamakan Mesquita de Macau. Masjid ini terletak di Ramal dos Mouros dan didirikan tahun 1980. Disekitar ini terdapat pemakaman kuno yang diperkirakan usianya mencapai 100 tahun. 

 
Mesjid Macau menjadi salah satu destinasi utama pelancong muslim (Credit: Chongkian, CC BY-SA 3.0)

Satu tempat yang membuat penasaran para pelancong  adalah Fisherman's Wharf. Di kompleks ini terdapat replika bangunan Colosseum Roma dan benteng pertahanan ala Timur Tengah. Walaupun hanya sebatas tiruan, bangunan-bangunan ini tetap membuat para pelancong berdecak kagum dan serasa berada di kota Roma dan kawasan Timur Tengah pada masa abad pertengahan.

 Fisherman's Wharf (Credit: http://www.macau-airport.com)

     Jangan takut kehabisan atraksi acara spektakuler di kota Macau. Kota ini menawarkan beragam pentas dan atraksi setiap harinya. Tahun ini saja, kota Macau menjadi tuan rumah berbagai perhelatan tingkat internasional. Seperti acara kontes pertunjukan kembang api internasional, festival bunga lotus, konser musik internasional, pameran industri dan perdagangan, turnamen olahraga marathon,volley, Grand Prix, dan lomba perahu naga.

Festival kembang api internasional diadakan setiap tahun oleh pemerintah Macau. Setiap tahunnya sebanyak seratus tim internasional berbagai negara mengikuti perhelatan akbar ini. Event ini memang tepat untuk menikmati liburan yang eksotis berbalutkan koreografi percikan warna-warni kembang api di langit malam kota Macau. Pemandangan indah ini bisa kita nikmati di berbagai titik sepanjang Semenanjung Macau dan Pulau Taipa.

Festival Kembang Api Macau (Credit: http://fireworks.macautourism.gov.mo/)

Atraksi pertunjukan lainnya yang jangan sampai Anda lewatkan di Macau adalah The Perfomance Lake (Danau Pertunjukkan) yang berada di area terbuka di depan Wynn Macau. Kita bisa menyaksikan pertunjukan air mancur yang meliuk-liuk diiringi alunan musik klasik dan kontemporer, kelap-kelip cahaya, dan semburan api yang ditampilkan secara apik dan harmonis. Sebuah atraksi yang artistik! Sehingga mengundang ribuan pelancong dari seluruh dunia untuk menyaksikan pertunjukan ini.

The Performance Lake (Credit: http://www.wynnmacau.com)
     
Bagi Anda yang gemar balap, jangan lewatkan event yang satu ini. Tahun ini pemerintah Macau mengadakan event bergengsi yaitu Macau Grand Prix Formula ke-61 yang akan digelar pada bulan November di  Macau Grand Prix Sirkuit yang  memiliki panjang lintasan 6,12 kilometer dengan  kombinasi lintasan lurus yang panjang, bergelombang,  dan tikungan-tikungan tajam.  Sirkuit Guia ini termasuk sirkuit paling menantang di dunia, karena medannya cukup sulit ditaklukan bahkan oleh para pembalap sekaliber dunia pun sehingga ajang lomba balap ini menjadi tontonan pengunjung dari berbagai belahan dunia.

Menariknya lagi, tidak ada kejuaraan lain seperti Macau Grand Prix karena motor dan mobil bisa bertanding di sirkuit dalam kejuaraan yang sama. Banyak pembalap ternama yang pernah meramaikan pertandingan ini seperti Michael Schumacher, Ayrton Senna, Lewis Hamilton, Damon Hill, Mika Hakkinen, Ralf Schumacher, Takuma Sato, dan Sebastian Vettel.

    (Credit:  www.macau.grandprix.gov.mo)

Macau merupakan kota hijau (green city) dengan pepohonan yang rimbun, taman-taman dan bunga yang ditata dengan perpaduan antara seni Tiongkok dan Eropa Selatan. Anda bisa mengunjungi berbagai taman yang indah dan tersusun apik di berbagai pelosok kota Macau dan pulau-pulau. Setidaknya ada lima belas destinasi taman yang bisa kita kunjungi. Untuk menikmati keindahan pemandangan hijau di Macau, kita bisa berjalan kaki. Tapi bila kita ingin menikmatinya dengan sensasi berbeda, maka gunakanlah cable car yang terdapat di areal Flora Garden Gate (Avenida Sidonio Pais).

Cable Car 
(Credit: macautourism.gov.mo)

Bagi pelancong yang gemar dunia pendidikan dan sains, jangan dilewatkan tempat yang satu ini. Di Avenida Dr. Sun Yat-Sen, terdapat Macau Science Center yang memiliki bangunan berbentuk kerucut asimetris. Di dalamnya terdapat galeri pendidikan sains yang disajikan secara interaktif, disamping itu terdapat juga planetarium dengan fasilitas proyeksi 3 Dimensi dan film Omnimax.
Macau Science Center dengan desain arsiteknya yang futuristik  ( Credit: DiegoDelso, CC BY-SA 3.0)

Ingin menguji adrenalin di Macau? Datanglah ke Macau Tower yang memiliki ketinggian 338 meter. Di sini kita bisa memilih  beberapa tantangan uji nyali. Seperti: Tower climb, yaitu memanjat tangga 100 meter secara vertikal menuju puncak paling atas Macau Tower. Bagi para pecinta bungy jumping,  para jumper bisa melompat dari ketinggian 233 meter.  Selain tower climb dan bungy jumping,  kita bisa melakukan sky walk , yaitu berjalan tanpa berpengangan tangan di jalan setapak dengan lebar 1,8 meter di atas ketinggian 233 meter. Cukup menegangkan bukan?

 
Uji nyali bungy jumping di atas  Macau Tower (Credit: https://www.macautower.com.mo)

Bagi para pecinta kuliner, Macau akan menjadi sasaran destinasi tak terlupakan. Karena di Macau terdapat banyak restoran mancanegara, seperti restoran Portugis, Cina, Italia, Amerika, bahkan India.  Bagi para vegetarian? Jangan khawatir, restoran India bisa menjadi solusi kuliner Anda. Tersedia menu salad, sayuran panggang saus dan nasi, pizza juga pasta.

Di samping restoran, Anda bisa jajaki juga makanan khas Macau yang terletak di pinggiran jalan, yaitu Hot Pot dengan berbagai varian, seperti: Alaska Seafood, Dai Wei, Seaport Macau, Yu Xiang Long Chongqing, Bai Sui Yu, dan Macau Hotpot. Selain hotpot makanan khas lain yang terkenal adalah tofu flower, soya milk, dan fried grib.

Sensasi rasa khas hotpot di salah satu restoran Macau (Credit: citsmacao.com)

Tak lengkap rasanya wisata kuliner di Macau tanpa merasakan Egg Tart, penganan khas warisan peninggalan bangsa Portugis pada zaman dulu. Egg Tart merupakan kue tart telur panggang dengan rasa kulit yang crunchy berlapis lapis/pastry croissant. Rasanya manis  berpadukan karamel  dan egg custard.yang meleleh ketika dikunyah.  Penganan ini dapat dengan mudah kita dapatkan di sekitar San Marlo yang merupakan pusat oleh-oleh di Macau.

Portugese Egg Tart Penganan lezat khas Macau 
(Credit: http://www.topchinatravel.com)

Destinasi wisata lainnya yang bisa kita kunjungi adalah pusat perbelanjaan Macau. Mal-mal Macau menjajakan berbagai produk berkualitas, mulai dari pakaian, perhiasan, anggur Portugis, keramik, barang-barang elektronik, ponsel, sampai koleksi barang antik Cina seperti koin kuno, guci, lukisan, dsb. Namun, salah satu mal yang menjadi magnet bagi para pelancong seluruh dunia adalah Grand Canal Shoppe. Shoping mall ini menjajakan berbagai barang-barang branded. Setidaknya ada 350 outlet yang berada di mal ini. Selain outlet-outlet fashion terdapat juga restoran dan food court.

Luar biasanya, desain interior di dalam Grand Canal Shoppe sangat artistik, ditata sedemikian rupa sehingga pelancong seolah-olah berada di St. Mark’s Square di Venesia, Italia. Lengkap dengan ukiran-ukiran dan langit biru berawan diatasnya, dikelilingi bangunan-bangunan ala Venetian dan sungai yang bisa disusuri dengan menggunakan gondola. Romantisnya, sambil mengelilingi sungai, pelancong akan diiringi nyanyian romantis seriosa Italia oleh pendayung yang langsung didatangkan dari Venesia. Muito rom├óntico....

Grand Canal Shoppe yang fenomenal, seolah Eropa ada di Macau (Credit: macautourism.gov.mo)

Macau hingga kini tidak pernah berhenti membangun dan memodernisasi kotanya,  selalu ada saja kejutan baru yang unik dan menarik untuk dikunjungi. Beragam pentas dan atraksi kelas internasional yang digelar selalu membuat decak kagum dan menjadi magnet para pelancong untuk berkunjung ke Macau tanpa bosan. Sehingga memang pantas Macau dijuluki sebagai kota berjuta pesona dan atraksi.


Let's  discover the wonders of Macau....


At Kedai Es Sekoteng Pa Oyen (2014)

Salah satu hidangan khas dan favorit saya di kota Bandung adalah Es Sekoteng Pa'Oyen. Selain murah isinya banyak. Rasanya? Mantap bin nikmat...yummy. Mau? Yuk! Monggo mampir ke sini (^-^)



At Hotel Golden Flower Bandung (2014)

Salah satu hotel di Kota Bandung yang menjadi favorit saya untuk mengadakan event-event adalah Hotel Golden Flower (The Kagums Hotel Group). selain pegawainya ramah-ramah, makanannya enak-enak, hotel ini memiliki CSR yang baik kepada masyarakat sekitar. #Pelatihanmenulisdan jurnalistik


Hidangan dinner di Hotel Golden Flower Bandung

At Warung Kongres (2014)

Salah satu tempat nongkrong dan kuliner rekomendasi saya adalah Warung Kongres di Jl.Kamarung No.4 - Cimahi Utara. Menu-menu yang dihidangkan merupakan produk-produk kreasi wirausahawan Cimahi. Diantaranya: Bir Pletok, Pempek Wongkito, Bandrek Habenagen, Seblak, dsb. 

At Cadas Pangeran, Sumedang (2014)

 Cadas Pangeran yang merupakan jalan penghubung wilayah Kabupaten Sumedang dengan ibu kota Provinsi Jawa Barat. Tampak foto monumen patung Pangeran Kusumadinata IX dan Herman Willem Daendels yang merupakan pertanda memasuki kawasan Cadas Pangeran.

At Timor Leste (2009)


One of the beautiful beaches on the Timor-timor island, today Timor-timor known as East Timor Republic. This photo is shot by Sony Camera on a mountainside.